Sabtu, 07 April 2018

Donor Darah, Buat Apa?

7 April 2018 bertepatan dengan Hari Kesehatan Dunia (World Health Day) merupakan perayaan global yang diperingati guna meningkatkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Mengapa pentingnya kesadaran dalam menjaga kesehatan sangat penting? Kita tahu sendiri bahwa orang bijak mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Banyak dari kita sering mendengar kata tersebut, namun sedikit yang memahami bahwa kesehatan sangat berharga nilainya jika kita telah mengalami suatu penyakit.

Calon Manten Donor Darah wkwkwk #donordarahrsijs
Menjaga kesehatan bisa mulai dari diri sendiri, keluarga, bahkan lingkungan sekitar. Banyak gerakan-gerakan baik dari pemerintah, lembaga swadaya, dan organisasi-organisasi yang mencanangkan program untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Mulai dari membersihkan lingkungan, gerakan cek tensi, gula darah dan lain sebagainya.

Satu hal yang kemarin saya temui adalah gerakan donor darah yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari (RSI Jemursari). Dilaksanakan tepat pada Hari Kesehatan Dunia kemarin (07/04), RSI Jemursari mengadakan donor darah yang dilakukan di Area Parkir Poli Rawat Jalan RSI Jemursari. Hal tersebut juga salah satu dari sekian banyak agenda rangkaian Hari Lahir RSI Jemursari.

Staff RSI Jemursari ikut #donordarahrsijs
Acara donor darah kali ini dilakukan pada pukul 08.00 sampai 12.00 WIB dan dibuka untuk umum. Menurut panitia pelaksana, dari sekian banyak calon pendonor hanya kurang lebih 97 orang saja yang berhasil lolos donor pada saat itu. Jadi apa saja yang diperhatikan dari calon pendonor sebelum donor darah? Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon pendonor, diantaranya:
  1. Usia dalam batas 17 - 65 tahun
  2. Berat badan minimal 45 kg dan tidak underweight
  3. Dalam keadaan sehat (tidak flu, demam, dan sebagainya)
  4. Tekanan darah normal (sistolik minimal 100-170 dan diastolik minimal 70-100)
  5. Kadar hemoglobin normal, tidak terlalu rendah atau tidak terlalu tinggi (antara 12,5 g/dl sampai 17 g/dl)
  6. Tidak ada penyakit menular (HIV, malaria, dsb) maupun penyakit kronis lainnya (diabetes, hipertensi, dll)
  7. Jarak donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya. Dalam satu tahun pendonor bisa melakukan donor darah maksimal 5 kali
CAlon Manten Eksis Terus Ah wkwkwk
#donordarahrsijs
Setelah lolos maka petugas akan mengambil darah selama beberapa menit. Untuk sekali donor, darah yang akan diambil kurang lebih 300 - 350 ml. Setelah itu, Palang Merah Indonesia (PMI) yang bertugas untuk mengatur jalannya darah dari pendonor, mulai dari klasifikasi berdasarkan golongan, pemisahan komponen darah, hingga sampai distribusi kepada yang membutuhkan.

Acara rutin dan sosial seperti ini sangat baik untuk kita dukung. Selain memang berguna bagi orang yang mungkin membutuhkan, donor darah ternyata juga menyehatkan.

Jadi, kamu tertarik untuk donor darah?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar