Minggu, 15 April 2018

Ulya Rohima Ammar's Wedding

Yeeeee, akhirnya tanggal 15 juga! Tanggal kedua yang ditunggu-tunggu oleh semua rakyat admisi RSI Jemursari setelah tanggal 25. Ya, tanggal yang selalu diingat daripada tanggal yang lain hahaha. Kenapa? Karena tanggal 25 itu tanggal gajian dan tanggal 15 itu cairnya lemburan. Yeeeee~ okelah intronya emang nggak penting hahaha. Jadi selain pada tanggal 15 itu lemburan cair, teman sekantorku Si Ulya baru saja memulai hidup baru. Saya dan beberapa rekan saya berencana untuk kondangan ke Bojonegoro. Dan dari situlah ceritanya dimulai...

Kami berangkat dari RSI jam 7 pagi. Saya dan 6 rekan saya serta 1 balita berangkat rombongan ke Bojonegoro. Kami ke sana lewat jalur darat pakai mobil. Saya sih mending duduk belakang daripada bertiga di tengah hahaha. Oke itu nggak penting. Setelah beberapa jam perjalanan, sampailah kita di
Babat, Lamongan. Hal yang sering di jumpai adalah kemacetan di Pasar Babat, tapi itu nggak terlalu parah daripada hari-hari lainnya. Mungkin kami berangkat cukup pagi, jadi nggak sampai kejebak macet yang panjang.

Betapa riwehnya, mau foto aja ada aja yang perlu di persiapin
Ciee sapa tuh dapet buket bunga manten ciyeee :p
Lalu beberapa menit kemudian, mobil terasa panas sekali. Bukan karena kacanya yang nggak terlalu gelap atau AC nya yang gak dingin, TAPI EMANG CUACANYA NGGAK SANTAI BANGET WOY! Sempat rekan saya cek HP dan cuaca saat itu mencapai 37 - 38 derajat celcius. Whaaaaaat?! 

Setelah empat jam di jalan dengan keadaan mobil yang memanas karena di Bojonegoro kemaren lagi panas-panasnya (or I'm just so lebay, wkwkwk) akhirnya sampai juga di TKP. Tempatnya di Islamic Center Bojonegoro. Lumayan gede gedungnya, sebelahnya ada masjid yang juga lumayan gede. Kami sampai di sana kurang lebih jam 11.30 dan di dalam gedung sudah banyak yang datang. Finally!

Dan seperti hal mainstream yang dilakukan cewek ketika temen ceweknya nikah adalah: heboh di panggung! Udah selfie-selfie gak jelas, foto bareng dengan beberapa gaya dan tapi ratusan cekrek, ngevideo buat di upload di Instastory sampai tanya hal-hal yang gak jelas lainnya. But, it was so fun!

Aduh aduh, malu sama tamu yang lain wkwkwk
Karena muka udah nggak bersahabat buat foto,
keringetan gara-gara kepanasan
Dan tidak lengkap rasanya nikahan tanpa lempar bunga. Selain jadi objek buat seru-seruan, ya emang biar fotografernya dapet momen bagus aja dengan adanya itu, hahahaha. Awalnya males kan ikutan gituan, ngapain juga. Tapi karena emang diajak dan banyak yang ikut, oke jadinya aku ikutan juga hahahaha. Waktu bunga mau di lempar aku sih mikirnya "dapet gapapa, enggak juga gapapa." dan you know what waktu di lempar bunganya tepat ke arah aku, jadi ya tangkep aja, eh dapet! Hahahahahaha. Nggak terlalu percaya sih dengan rumor-rumor yang ada, tapi nggak ada salahnya juga hal-hal penting yang baik itu wajib di amini (let's all say aamiinn).

Hal yang nggak bisa dimaafkan saat itu adalah ketika saya lupa pakai foundation. Karena emang nggak suka pake makeup tebal. Tapi di saat seperti ini, di saat touchup pun percuma, jadilah muka kilap-kilap kayak anak habis layangan 7 jam. Seenggaknya mungkin kalau pakai foundation, riasan kita jadi lebih nge-set gitu ya. Tapi ya it's okay, ndak papah, i like myself kalau kata Kirana. Setelah foto-foto dan makan-makan di sana, beruntung sekali saya ketemu sama es kopyor my love. Uuuuuhhhh so sweeeet, kayak udah kangen lama nggak ketemu dan sekarang akhirnya berjumpa kembali. Oke ini lebay.

Lalu kami juga ikut sambang-sambang cantik ke rumah Asa , sambang baby Satria my love. Dan jangan percaya kalau di kamu masuk di suatu daerah dan bilang "deket kok" karena dekat di daerah dengan dekat di kota itu beda, menurut saya. Dalam satu kota saja beda kecamatan bisa mencapai dua jam perjalanan. Hahahahha, atau karena mungkin saya nggak pernah keluar-keluar ya, di rumah terus wkwkwk. Sampailah kami di rumah Asa. Setelah ketemu dan nggendong-nggendong anaknya yang super ganteng itu, makan, dan sholat, singkat cerita kami pulang hampir Maghrib. Takutnya lebih malam lagi waktu di Surabaya.
Maafkan kami yang alay ini ya Satria wkwkwkw

Maafkan kami juga yang menganggu bobok indahmu wkwkwk


Tidak ada komentar:

Posting Komentar