Beranjak dari kecamatan, saya memutuskan untuk ke dispenduk dua hari selanjutnya. Bermodal tukar jaga malam, biar lebih aman karena alamatnya lumayan jauh kalau dari rumah. Biar kalau misal selesai pertengahan hari, saya nggak keteteran buat masuk kantor wkwkwk
![]() |
| sumber: istimewa |
![]() |
| alur pengurusan pindah keluar dokumentasi pribadi |
Kalau ke sini jangan harap datang langsung dapat nomer antrian untuk nunggu di panggil di loket. Anda salah besar fergusooo.. Jadi ada beberapa tahap antri yang bisa kalian jalani sebelum ketemu sama mbak mbak yang ada di loket, yaitu:
a. Datang jam setengah enam pagi, sekali lagi setengah enam pagi buat duduk di kursi. Disini kursi di depan meja informasi. Duduk berurutan sesuai dengan kedatangan.
b. Jam setengah tujuh alias satu jam dari kedatangan, barulah petugas kebersihan / keamanan di situ mengeluarkan buku agenda (semacam buku tamu) untuk di tulis satu persatu. Lah, fungsi dari duduk sesuai urutan itu tadi adalah nulis buku tamunya sesuai dengan urutan duduk tersebut
c. Setelah nulis di buku tamu, bolehlah kita nyari sarapan atau mungkin pulang ke rumah (kalau rumahnya daerah situ) sambil nunggu jam delapan
d. Karena rumah saya jauh, maka dari itu saya nunggu di situ, belum jam delapan antrian sudah di panggil sesuai dengan urutan di buku tamu
e. Semakin siang orang orang malah semakin ramai. Lalu ketika sudah di panggil sesuai dengan urutan buku agenda, berkas kita di lihat dulu oleh petugasnya. Fungsinya adalah agar kita tidak salah ambil nomer antrian.
f. Lalu petugas di depan pintu kaca memberikan nomer antrian. Infonya untuk setiap pelayanan hanya melayani 150 nomer antrian saja (mungkin karena hal ini nomer antrian tidak di ijinkan ngambil sendiri, dan harus sesuai dengan berkas yang di bawa)
g. Antri untuk di panggil di loket
h. Input data (siapkan berkas dalam satu map)
![]() |
| Perjuangan banget dapat antrian nomer 7 |
Oh ya, untuk di disependuk ini satu hari hanya melayani satu pelayanan administrasi publik saja ya. Misal: hari ini membawa berkas untuk membuat akta kelahiran dan pembuatan KK baru, maka petugas akan memberikan pilihan, ngurus akta dulu atau KK dulu pada hari itu dan berkas lainnya bisa diajukan lain hari.
Setelah petugas input data kita, pastikan benar-benar data tersebut tidak ada kesalahan. Karena ya lumayan juga kalo gara-gara kesalahan dikit bakal ulang prosedur untuk di ganti. Petugas tersebut akan memberi kita lembar tanda terima, berkas bisa di ambil tiga hari kemudian di loket pengambilan berkas.
Pada pengambilan berkas tidak usah terlalu pagi, namun harus siap-siap uang karena berkas yang asli akan di fotokopi sebanyak kurang lebih tiga sampai empat bendel untuk di stempel oleh petugasnya. Berkas inilah yang kita gunakan untuk masuk ke dispenduk tujuan, kalau saya di sini ke Surabaya.
Berkas tersebut saya serahkan ke suami saya dan suami saya stop sampai ke kecamatan saja, nggak pakai ke dispenduk. Mungkin beda tempat beda peraturan kali ya..
Pelajaran yang bisa saya dapat disini adalah sebenernya prosedur birokrasi itu nggak rumit, kalau:
- kita punya waktu
- kita nggak keburu-buru
- kita mau riwa riwi
- kita mau memahami prosedur
- kita mau antri
- dan juga kita mau melatih diri untuk sabar
Jadi ngerti ya gimana orang itu harus sabar. Sabar antri, sabar dateng pagi-pagi, sabar untel untelan sama orang lain, sabar bolak balik kalo ada kekurangan.. Tapi menurut saya, kalau emang bisa di buat lebih ringkas sih lebih bagus.
Selanjutnya untuk pemberkasan di Surabaya klik disini ya..



Tidak ada komentar:
Posting Komentar